Updates!





 


 

 

 

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]

Catatan Ultah Aulia
Catatan Ultah Farisya



Rabu, September 05, 2007

Name Tag (1)

Kejadian ini sebenarnya dah lama, sekitar akhir bulan mei yang lalu. Emang waktu itu bunda pengen catat disini tapi brubung saat itu lagi sok sibuk :D jadi cerita ini nyaris tercecer. Kejadian ini terus "membekas" dihati bunda. Dan kebetulan kemarin siang bunda bersama 15 teman lain diundang untuk rapat dengan big bos, yang salah satu agenda rapatnya mengingatkan bunda akan kejadian ini. So, bunda curhat disini aja deh...

Saat itu bunda lagi tugas lapangan, mengumpulkan data melalui instrumen untuk keperluan penelitian yang merupakan salah satu program seksi. Bunda bertugas disalah satu kabupaten di gorontalo. Responden dari instrumen penelitian tsb sebagian besar guru SD-SMP dan ada satu instrumen yang harus diisi oleh Kabid Dikdas/Dikmen (Kepala Bidang Pendidikan Dasar/Pendidikan Menengah) di Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten.
Setelah "tour" ke sekolah-sekolah, terakhir bunda mampir di Diknas Kabupaten setempat untuk ketemu dengan Kabid Dikdas-Dikmen. Bunda PD banget, apalagi respon dari sekolah-sekolah yang bunda kunjungi sangat baik. Bunda disambut dan dilayani dengan sangat ramah. Begitupun saat bunda mampir ke kantor diknas, dengan rasa PD yang mantab apalagi bunda membawa nama eLPeeMPeh.. bunda masuk ke kantor diknas. Meja piket didepan lagi kosong, petugasnya entah kemana. Oleh salah seorang ibu yang lagi berdiri disitu, bunda disuruh masuk aja langsung. Sebenarnya dari sini udah ada rasa gak enak karena si ibu tadi mempersilahkan masuk dengan ekspresi yang datar.

Karena masuk tanpa ijin piket, bunda masuk ke ruangan Tata Usaha (ruangan yang paling dekat dengan meja piket) untuk sekedar ngasih tauk kalo bunda mau ketemu dengan bapak kabid. Oleh bapak yang disitu bunda disuruh ke ruang kabid aja. So, bunda langsung menuju ke ruang kabid dikdas. Diruangan tsb hanya ada 3 orang staf (ibu-ibu) dan kayaknya lagi santei aja. Dua ibu dibelakang lagi ngobrol, yang satunya di meja depan lagi asyik nonton televisi yang ada diruangan itu. Bunda masuk sambil ngucap salam, salamnya mereka jawab tapi cuman noleh sebentar kearah bunda dan langsung asyik lagi dengan 'dunia'nya. Karena tidak dipersilahkan masuk, bunda tetap berdiri di pintu dan langsung bilang, "maaf bu, saya dari LPMP mau ketemu dengan bapak kabid".
Ibu di belakang bilang, "pak kabid tidak ada, lagi ikut raker di kantor bupati". Si ibu langsung ngobrol lagi dengan temannya.
Bunda nanya lagi, "rakernya sampai kapan bu? kira-kira besok bapak masuk?..."
Si ibu makin asyik ngobrolnya, sementara si ibu yang didepan makin seru nontonnya.
Bunda masih dengan suara yang tenang nanya lagi *padahal ni hati dah mulai gemes*, "maaf bu, kira-kira rakernya sampe kapan?".
Masih dicuekin jugaaaak!.
Dengan volume suara yang ditambah *kali aja si ibu-ibunya budek!* bunda nanya lagi, kali ini ditujukan ke ibu yang dari tadi asyik nonton aja, biar gantian jawabnya, "acaranya sampe kapan bu!?".
Si ibu malah makin serius nontonnya sampe senyum-senyum sendiri n pandangan matanya gak lepas dari layar tv !!!
Si 'sabar' entah lagi melayang kemana, bunda langsung masuk dan berdiri di depan meja si ibu yang lagi nonton, dengan suara yang keras dan tegas sambil tangan bunda layangkan kepipi eh salah.. maksudnya tangan bunda lambai-lambaikan didepan wajahnya (untuk menghalangi pandangannya ke tv) bunda tanya, "ibuuu! rakernya sampe kapan!!??".
Si ibu kaget dan wajahnya malah bengong ngliatin bunda, dan si ibu yang dibelakang jawab, "sampe sore bu!".
"Makasih!!", bunda langsung balik melangkah keluar tanpa pamit dengan wajah yang gak bisa bunda jelasin (kan gak bisa ngliat wajah sendiri :D). Gimana perasaan bunda, pasti yang baca catatan ini dah tauk kan...

Bunda gak langsung pulang kerumah, karena masih ada urusan di salah satu PTN (perguruan tinggi negeri) di gorontalo. Meskipun hati lagi kesal, ketus, keruh, kenes, kembang-kempis... bunda langsung kekampus untuk ketemu dengan bapak R*****. Sampe dikampus si bapak gak ada, katanya blom dateng. Karena udah terlanjur dikampus bunda tungguin aja. Tapi gak ada kepastian apa si bapak ini mau kekampus ato gak. So, bunda lacak deh no.hp-nya, alhamdulillah dapat. Bunda langsung telpon...
Bunda : "assalamu alaikum, dengan pak R*****?"
Si bapak : "yah" *dengan suara datar, tanpa menjawab salam*
Bunda : "maaf pak, bapak hari ini mau kekampus? saya mau me..."
...tut..tut..tut... HP-nya dimatiin...!
Ya Allah.... apa yang terjadi denganku hari ini...?
Bunda langsung sms:
"maaf pak, sy yusni dr LPMP, sy skrg ada d rektorat mau mnympaikn honor bpk. kbetulan bpk trmasuk anggota sekretarit T** tgkt prov. tq"
Dalam hati bunda bilang, duh bapak! ramah dikit kenapa sih? Aku dah bela-belain menyampaikan honor bapak, yg sebenarnya tidak layak untuk bapak terima, karena gak ada setetes keringat pun yang bapak berikan untuk honor ini. Bapak gak terimapun gak masalah, paling dibagi ama temen-temen yang dah kerja banyak, ato disumbang ke panti. Apa susahnya sih menerima telponku n mendengar penjelasanku. Toh pulsa bapak gak berkurang. Sekalipun aku dikira mahasiswa, apa begitu sikap seorang dosen terhadap mahasiswanya? Apa gak bisa menjawab dengan cara baik-baik?

Kalo emang si bapak ini "cuek" beneran, dia gak akan hubungi bunda lagi karena tauk untuk honor tersebut sibapak ini gak kerja, cuman pajang nama doank! Tapi kalo dia 'kejar' bunda, berarti duit emang bisa mengalahkan prinsip dan harga diri!
Abis sms, bunda langsung pulang. Tapi blm jauh dari kompleks kampus, tiba-tiba hp bunda bunyi n ternyata si bapak yang telpon! Wakakakakakak.. ternyata butuuuh? Maklum.. dah akhir bulan!
Dengan suara yang hangat, ramah dan SKSD, sibapak bilang: "halo.. ibu yusni? maaf bu, tadi putus soalnya saya lagi mendampingi pak ****** sekarang, kalau bisa honornya dititip sama pak M******* saja."
Bunda bilang: "oo, ya pak. tapi saya sudah pulang, sekarang sudah dijalan, untuk honornya nanti bapak jemput di LPMP, nanti disana bapak cari saya saja. makasih pak. wassalamu alaikum".
Hehehe.. si bapak malu gak ya ketemu bunda?

Wah.. ceritanya kepanjangan ya.. kalo gitu disambung besok aja ya.
Gimana tentang instrumen untuk kabid? Apa bunda masih PD balik ke diknas lagi? Apa hubungan cerita ini dengan judulnya? Trus, bagaimana si bapak ketemu bunda untuk 'minta' honornya? Sampe besok yaa..

Label:


------------------------------------------------------------
 
about us   l  gallery   l   dunia aulia   l   home
designed by astri nugraha design studio