Updates!





 


 

 

 

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]

Catatan Ultah Aulia
Catatan Ultah Farisya



Senin, Juni 02, 2008

Menyapih Jempol Dengan Cintah (1)

Udah sekian kali bunda pengen posting sekaligus mau sharing tentang kebiasaan aulia ini, tetapi baru kali ini bisa kesampaian. Bagi yang sering mampir dan setia membaca catatan bunda dari aulia masih bayi mungkin udah tahu kebiasaan aulia ini, suka isap jempolnya.

Aulia Ngemut JempolSebenarnya bunda merasa bersalah atas kebiasaan aulia ini, sebab bayi/anak yang suka mengisap jempol itu sebagai tanda ketidakpuasannya menyusui ASI ibunya. Aulia menyusui ASI bunda hanya sampe usia 7 bulan, itupun masih diselingi dengan susu formula. Bukannya bunda gak mau menyusui atau aulia yang gak mau ASI lagi, tetapi karena memang produksi ASI bunda yang sangat sedikit. *Makanya bersyukurlah para moms yang punya ASI melimpah*
Mungkin karena ketidakpuasan aulia menyusui ASI hingga ia suka mengemut jarinya. Dan salahnya bunda lagi, bunda gak sempat mengontrolnya hingga mengemut jempol ini menjadi kebiasaan aulia yang sulit dicegah lagi.

Kebiasaan aulia mengisap jempol ini ada sisi baiknya juga. Sewaktu masih bayi aulia jarang nangis hanya karena haus mau mimik susu, sebab kalo dah haus ia langsung ngemut jempol dengan lahapnya. Bagi bunda, kalo aulia dah isap jempolnya berarti mau mimik susu. Gitupun kalo mau bobok, anteeeng banget karena ada jempol yang setia menemaninya selama tidur.
Yang masalah ketika kulit jempol yang diisap dah mulai kasar dan kapalan, gigi serinya bagian atas tumbuh jarang dan agak tonggos kedepan, trus setiap ketemu orang siapa saja dan dimana saja pasti 'menegur' aulia yang mengisap jempolnya yang tentunya dengan berbagai macam komentar yang cukup membuat bunda 'mati gaya'. Kenapa? Karena komentarnya konyoll!

"Jangan isap jari, anak bodoh yang suka isap jari!" *Enak aja lo ngatain anak gue bodoh hanya karena isap jempolnya!!*
"Jari itu kotor, jangan diisap!" *Emang anak kecil dah ngerti kotor dan bersih? huh!*
"Jangan isap jari, ganti aja dengan empeng!" *Sok tauk lo! Lebih baik isap jempolnya dari pada isap karet!*
"Jarinya dikasih balsem aja atau yang pahit-pahit biar gak diisap lagi!" *Sorry yaaa.. anakku gak diajari kekerasan dan main paksa!*
"Kalo diisap terus nanti jarinya jadi kecil!" *Jangan cuman nakut-nakutin, kasih solusi yang baik doong!*
"Anaknya tetangganya temannya adik sepupu saya sampe sekarang masih isap jari, padahal udah kuliah!" *Emang gue pikiriiin?*

Blom lagi perlakuan mereka-mereka yang merenggut tangan aulia dengan paksa agar ia melepas jempol dari mulutnya! Bunda gak tega ngliatnya sampe pernah nangis sendiri dikamar!!
Ya gitulah, gak ada yang kasih solusi yang baik.

Padahal ayah dan bunda pun pengen aulia tidak mengisap jempolnya seperti itu. Tapi mau gimana lagi, aulia kan masih kecil, mau bilang apapun pasti dia gak ngerti.
Bunda juga dah pernah konsultasi ama DSA, dan menurutnya gak apa-apa asal diperhatikan kebersihan tangannya agar gak mudah terserang virus dan bakteri penyakit. Dan malah dokter melarang bunda untuk menggantinya dengan empeng, itu sama saja dengan keluar WC masuk ke Toilet.
Meskipun begitu, bunda tauk kok ini kebiasaan yang buruk tidak baik apalagi jika terbawa sampe aulia dewasa, pasti akan berpengaruh bagi psikologisnya dan kepercayaan dirinya. Tapi bunda mau aulia mau berhenti mengemut jempolnya dengan cara yang baik, bukan dengan memberinya pengalaman buruk melalui kekerasan melainkan karena ia sadar bahwa MENGISAP JEMPOL ITU TIDAK BAIK, JADI TIDAK BOLEH DILAKUKAN. Bukannya KALO AKU ISAP JEMPOL NANTI MULUTKU PAHIT atau KALO AKU ISAP JEMPOL NANTI AKU DIBENTAK dan DIMARAHI BUNDA.

Dan itulah yang bunda lakukan selama ini, menyapih jempol aulia dengan cintah..
Seiring dengan usianya sekarang (20 bulan) udah mulai ngerti omongan bunda, dan udah punya rasa malu. Setiap aulia mengisap jempolnya bunda selalu membujuknya agar tidak mengisap jempol dan berusaha memberi pengertian bahwa mengisap jempol itu tidak baik. Pernah suatu malam menjelang tidur, seperti biasa aulia mengisap jempolnya....

Bunda : Aulia gak usah isap jari lagi. Aulia kan udah besar, udah bisa jalan sendiri, bisa minum susu sendiri, bisa sikat gigi sendiri, udah tauk bilang pu', bilang pipis.. Kan udah pinter, masak isap jari lagi. Yang isap jari itu dedek.. kayak dedek nisa. Aulia kan bukan dedek lagi... Jangan isap jari yaaa...
Aulia : Dede.. tituuu (dedek disitu) *melepas jempolnya dan menunjuk boneka yang biasa dipanggil dedek*
Bunda : Iyah.. kayak dedek. Coba liat dedek boneka tidak isap jari. Masak kakak au isap jari! Ihh.. bunda malu..!
Aulia : Mawuu.. hihihi.. *Gak isap jari lagi*
Bunda : Jangan isap jari lagi ya.. nanti bunda mo nyanyi cicak di dinding..
*Nyanyi bareng...*
Setelah capek nyanyi dan mulai ngantuk, peluk guling... eh gak sadar jempolnya diemut lagi..
Bunda : Katanya gak isap jempol lagi... jarinya dilepas yaaa...
Aulia setengah sadar melepas jempolnya, tapi tidurnya jadi gelisah, miring kiri, miring kanan... bolak-balik...padahal dah merem.
Sampe akhirnya ngemut jempol lagi dan langsung pulesss....

Emang blom berhasil, tapi setidaknya aulia dah mulai mengerti dan mau nurut untuk tidak mengisap jempolnya.

Bersambung...

Karena kepanjangan, bikin episode aja yaaa, biar gak bosan bacanya..
So.. jangan lewatkan catatan bunda tentang sukses menyapih jempol dengan cintah!

Label: ,


------------------------------------------------------------
 
about us   l  gallery   l   dunia aulia   l   home
designed by astri nugraha design studio